Saat hendak memasang atap, maka penting untuk terlebih dahulu menyiapkan kerangka atapnya. Salah satu pilihan yang bisa digunakan adalah baja ringan spandek dengan banyaknya keunggulan jika memahami cara pasang baja ringan atap spandek dengan benar.
Baca Juga: Atap Baja Ringan Limasan untuk Hunian Modern yang Kokoh dan Efisien
Penggunaan atap dan rangka dari baja ringan memiliki manfaat karena bobotnya ringan. Alhasil lebih mudah untuk dipasang dan dipindahkan. Bahkan mampu membuat proses pemasangan jadi lebih simpel serta hemat biaya karena harganya cukup terjangkau.
Persiapan Cara Pasang Baja Ringan Atap Spandek

Perlu diketahui bahwa pemasangan baja ringan harus dilakukan dengan persiapan yang baik. Pengguna harus mempertimbangkan anggaran yang dibutuhkan. Selanjutnya, tentukan apakah akan memasang sendiri atau menggunakan jasa tukang.
Pilih baja ringan dengan spesifikasi G550. Menurut paramasteel, jenis baja G550 merujuk pada nilai Luluh dan Tarik yang tinggi. Hal tersebut menjadikannya sebagai baja dengan kekuatan tinggi dan optimal untuk struktur baja ringan. Tak hanya itu, klaim ini didukung oleh pengujian dari laboratorium ketat serta SNI.
Hal yang terpenting ialah memperhatikan aspek agar hasil pemasangan menjadi rapi dan terhindar dari masalah yang mungkin muncul.
Dalam pengamatan kami terhadap metode pemasangan dari Trabas Jaya, dilakukan pemasangan cremona lebih dulu. Saran penting untuk pemula, gunakan streker saat berjalan di atas dinding agar tetap aman. Cremona kemudian diangkat dengan tali dan dipasang pada bagian AS tengah dari badan bangunan. Pemasangannya ini berfungsi untuk menopang semua atap agar lebih kuat. Lalu, saat dicoba menaiki pun tidak terlalu lentur. Terlihat pula di bagian dinding bata diberi coak sekitar 30 cm, kemudian tambahkan adukan semen agar cremonanya menyatu dengan dinding.
1. Ukur Panjang Spandek
Tahap pertama dalam cara pasang baja ringan atap spandek adalah mengukur atap spandek terlebih dahulu. Pengguna bisa sesuaikan ukuran spandek dengan bidang atap yang ingin dipasang.
Untuk keamanannya, tambahkan ukuran sekitar 10 cm pada reng terakhir dan di ujungnya. Jaraknya sendiri biasanya 60-120 cm tergantung ketebalannya. Dalam pengamatan, tujuan pemasangan ini adalah untuk menjaga aliran air dan menghindari kesalahan ukuran di kanal C.
2. Gunakan Bantuan Benang
Selanjutnya, pengukuran spandek harus pengguna lakukan dengan sangat akurat dan tepat. Sebagai panduan, bisa menggunakan benang.
Benang akan membantu supaya atap spandek terpasang dengan rapi dan lurus. Hasilnya bisa memberikan tampilan akhir yang lebih presisi.
3. Pasang Lapisan Pertama Spandek
Pemasangan lapisan pertama spandek sangat penting. Maka, cara pasang baja ringan atap spandek ialah dengan memastikan tetap mempertahankan jarak sekitar 10 cm dari rangka terakhir untuk menjaga stabilitasnya.
4. Memotong Baja Ringan
Setelah memasang spandek, pengguna bisa melanjutkan dengan memotong baja ringan. Dalam hal ini, pastikan potongannya sesuai dengan panjang atap. Sebagai catatan, proses tersebut sebaiknya menggunakan gunting baja ringan yang panjang.
Hindari penggunaan gerindra dalam pemasangan baja ringan. Mengapa? Tentu karena dapat menghasilkan panas berlebih. Alhasil bisa merusak pelindung dan juga potongannya cenderung kurang rapi.
5. Pasang Spandek Baru
Dalam tata cara pasang baja ringan atap spandek, agar menghindari kebocoran maka disarankan untuk memasang spandek baru di bawah lapisan pertama. Caranya dengan meletakkan lembaran dari bawah ke atas (dari talang ke puncak atap).
Kemudian, pastikan setiap lembaran saling tumpang tindih minimal satu gelombang agar tidak bocor. Selanjutnya, ratakan ujung spandek menggunakan benang guna memastikan tampilannya lebih rata dan presisi.
6. Memasang Baut Roofing
Berikutnya, pasang baut roofing pertama sehingga menembus reng. Pengguna bisa pakai jenis baut roofing ukuran 12 x 50 mm. Pemasangannya ini bertujuan untuk memastikan atap spandek tetap stabil. Prosesnya dapat pengguna lakukan dengan menggunakan bor coatless.
7. Kencangkan Spandek
Pasang baut roofing secara bergantian pada setiap gelombang untuk hasil optimal. Sebagai alternatif lainnya, pengguna bisa memakai sekrup roofing dan ring karet guna memperkuat spandek pada reng. Akan tetapi, jangan kencangkan sekrup dan ring karet terlalu kuat supaya spandek tidak penyok.
8. Tahap Finishing
Tahap terakhir dalam cara pasang baja ringan atap spandek yakni mengecek seluruh bagian atap. Tujuannya untuk memastikan kalau tidak ada yang longgar, melengkung, atau tidak rata. Pengguna perlu cek aspek ini agar atap berfungsi sebagaimana mestinya.
Perbandingan Struktur Baja Ringan Spandek dan Kayu untuk Atap
Dari segi ketahanan terhadap berbagai kondisi, kedua bahan ini jelas sangat berbeda. Baja ringan lebih baik daripada kayu.
Selain itu, baja ringan tidak mudah lembap, berbeda dengan kayu yang gampang rusak. Bahkan proses pemasangan baja ringan jauh lebih mudah.
Kini banyak proyek besar seperti sekolah atau ruko yang mulai menggunakan atap dari baja ringan. Hal ini karena pemasangannya cepat dan tahan terhadap cuaca. Bahan tersebut memang sangat cocok digunakan untuk berbagai tipe bangunan, baik yang kecil maupun besar.
Itulah cara pasang baja ringan atap spandek dengan benar. Sebagai catatan penting, jika pengguna ingin lebih aman dan nyaman, ada baiknya menggunakan jasa yang sudah berpengalaman daripada mencoba-coba sendiri.

Saya seorang praktisi bangunan sekaligus konsultan atap rumah dengan fokus pada spesialisasi material baja ringan, galvalum hingga uPVC berkualitas. Dengan pengalaman tak kurang dari 9 tahun di industri ini, saya siap membagikan infomasi seputar jenis atap rumah, panduan pemilihan desain dan materialnya sesuai kebutuhan.



