Memahami Keistimewaan Aplikasi Atap UPVC Semi Transparan

Posted on

Inovasi dalam bidang arsitektur kini terus membawa solusi kreatif dan fungsional, seperti penggunaan atap UPVC semi transparan. Jenis atap UPVC ini menggabungkan keindahan visual, efisiensi energi dan kenyamanan dalam satu elemen desain yang menarik bagi konstruksi modern. 

Baca Juga: Mengenal Keunggulan Pemasangan Atap UPVC Alderon

Memahami Keistimewaan Aplikasi Atap UPVC Semi Transparan
Atap UPVC semi transparan memiliki kemampuan untuk membiaskan cahaya hingga 20%. Foto: Istimewa

Memahami Keunggulan dan Contoh Aplikasi Atap UPVC Semi Transparan

UPVC semi transparan merupakan jenis atap yang dirancang untuk memungkinkan sebagian cahaya matahari masuk ke dalam bangunan atau struktur di bawahnya. Beberapa jenis atap ini dilengkapi dengan lapisan anti-reflektif atau bahkan panel surya terintegrasi yang dapat menghasilkan energi listrik tambahan dari sinar matahari. 

UPVC berkualitas tinggi biasanya mengantongi standar ISO 9001 untuk manajemen mutu ASTM (American Society for Testing and Materials). Hal ini menegaskan soal ketahanannya dalam benturan dan api. 

Material UPVC yang otoritatif, biasanya telah melalui uji beban dan ketahanan api (Fire Retardant). Hal tersebut memenuhi standar kelas B1 yang berarti material ini tidak merambatkan api jika terjadi kebakaran.”

Membiaskan Cahaya hingga 20%

UPVC semi transparan memiliki kemampuan untuk membiaskan cahaya hingga 20% ke dalam ruangan di bawahnya. Artinya, atap memungkinkan cahaya alami dari luar untuk masuk ke dalam ruangan dengan mudah. 

Pembiasan cahaya hingga 20% ini artinya ruangan akan tetap teduh, namun cukup terang. Hal ini bukan berarti 80% cahaya hilang, hanya saja intensitasnya dikurangi demi kenyamanan mata. 

Faktor pembiasan cahaya ini berguna untuk membantu mengurangi kebutuhan pencahayaan buatan pada siang hari. Hasilnya, ruangan jadi lebih terang dengan penggunaan energi yang berlangsung efisien. 

Perubahan Warna Cahaya

Atap UPVC semi transparan memiliki sifat menarik dalam hal perubahan warna cahaya yang mengenainya. Ketika tidak terkena cahaya, atap akan tampak biru. Namun, jika terkena sinar matahari atau cahaya, atap akan berubah menjadi putih.

Efek warna ganda pada atap ini memiliki daya tarik tersendiri. Warna putih berguna untuk memantulkan lebih banyak panas, sehingga mengurangi pemanasan ruangan yang berlangsung di bawahnya. 

Sementara itu, perubahan warna ini juga bisa membantu menjaga tampilan visual atap tetap segar. Atap juga terhindar dari kesan kusam seiring berjalannya waktu. 

Contoh Penggunaan

UPVC semi transparan banyak digunakan pada area tertentu yang membutuhkan pencahayaan alami tambahan. Misalnya saja aula, area rekreasi dalam ruangan, rumah kaca dan rangkaian aplikasi komersial maupun industri lainnya. 

Selain mempengaruhi pencahayaan, atap ini juga mempengaruhi dinamika visual interior. Perubahan intensitas cahaya seiring berjalannya waktu bisa menciptakan suasana yang berbeda di dalam ruangan. Hal tersebut jelas memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi penghuni maupun pengunjung. 

Demonstrasi penggunaan UPVC semi transparan bisa dilihat dalam akun TikTok @calvinlimantoro. Nah agar ruangan tidak terlalu gelap, kanopi UPVC solid dikombinasikan dengan semi transparan. Atap sebelah kanan menggunakan UPVC biasa, sementara bagian tengah menggunakan semi transparan. Hasilnya, cahaya bisa tetap masuk dan mobil atau motor di bawahnya tidak kepanasan. Sementara itu, aplikasi UPVC dikombinasikan dengan penggunaan self drilling ukuran 7.5 cm. Fungsinya agar UPVC bisa tertarik dan terkoneksi dengan besi rangka. 

Berdasarkan praktik di lapangan, pemasangan sekrup self-drilling 7.5 cm memerlukan presisi tinggi. Para aplikator sangat menyarankan penggunaan roofing capping dengan seal karet EPDM yang berkualitas. Tanpa komponen ini, lubang sekrup akan menjadi titik lemah masuknya air (rembes) akibat pemuaian material saat cuaca ekstrem.

Kelemahan 

Dalam kondisi iklim panas, sinar matahari yang masuk melalui atap UPVC semi transparan bisa menyebabkan peningkatan suhu di dalam ruangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan pelapis pengurang panas atau heat reduction coating untuk membantu mengendalikan transfer panas dan meredam radiasi panas yang masuk. Hasilnya, suhu interior tetap nyaman dan mengurangi kebutuhan pendingin udara. 

Sebagai informasi, sinar ultraviolet yang masuk pada UPVC semi transparan bisa saja merusak furniture, peralatan dan material di dalam ruangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan penyaring sinar UV pada atap agar barang di dalamnya tetap awet dalam jangka panjang. 

Tabel Perbandingan Atap Bahan UPVC vs Polycarbonate

Fitur UPVC Semi-Transparan Polycarbonate
Struktur Berongga atau twinwall atau gelombang (rigid) Lembaran (lentur)
Transmisi cahaya ± 20% (soft light) Bisa hingga 90% (clear)
Ketahanan panas Sangat baik (double layer) Cukup (mudah memuai)
Suara (hujan) Lebih kedap Lebih berisik

Melihat dari materialnya, atap UPVC terbuat dari bahan Unplasticizide Polyvinyl Chloride tanpa menggunakan plasticizer. Hal ini membuatnya menjadi rigid atau kokoh dan anti pecah. Aplikasinya cocok untuk bangunan besar seperti pasar, pusat perbelanjaan, gedung hingga pabrik. 

Sementara itu, atap bahan polycarbonate terbuat dari bahan polimer spesial dengan karakteristik unik, lentur, sangat kuat dan tahan terhadap suhu. Aplikasinya cocok untuk kebutuhan kanopi, teras rumah, atap skylight hingga wall cladding dan partisi. 

Baca Juga: Keunggulan Atap UPVC Double Layer

Secara keseluruhan, atap UPVC semi transparan bisa digunakan untuk berbagai konteks, mulai dari gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah tinggal dan fasilitas umum lainnya. Gunakan material ini jika mengutamakan kenyamanan suhu dan privasi, namun tetap ingin hemat listrik.