Atap Galvalum Lengkung, Pilihan Menarik Banyak Hunian

Posted on

Punya rencana ganti atap rumah atau bangunan dengan model yang lebih menarik? Salah satu yang sedang ramai dipakai adalah material atap galvalum lengkung. Bentuknya beda dari atap biasa dan punya daya tarik yang kuat. Banyak arsitek dan kontraktor suka dengan model atap ini karena tampilannya unik namun tetap kokoh.

Baca Juga: Atap Galvalum Gelombang Solusi Aliran Air Lancar Saat Hujan

Di beberapa proyek besar, atap lengkung bahkan sudah jadi pilihan utama. Bukan hanya soal gaya, tapi juga ketahanan. Material galvalum sendiri terkenal kuat terhadap karat dan tahan lama meskipun terkena hujan atau panas terus-menerus.

Atap Galvalum Lengkung, Pilihan Menarik Banyak Hunian
Atap galvalum lengkung jadi pilihan untuk hunian lebih menarik. Foto: Istimewa

Bentuk Atap Galvalum Lengkung yang Unik

Bentuk atap ini tidak kaku dan terlihat lebih menarik. Di banyak bangunan publik, desain ini sering digunakan untuk memberi kesan elegan dan berbeda dari yang lain. Galvalum lengkung ini menjadi jenis atap dengan bahan dasar campuran seng, aluminium, serta silikon.

Menggunakan atap melengkung dari galvalum, visual bangunan bisa lebih hidup. Tidak heran banyak arsitek kreatif suka memilih model ini untuk proyek mereka. Cocok juga dipakai di rumah tinggal yang ingin tampil beda tapi tetap simpel.

Dari review video di TikTok @buanapaksaindonesia, pembuatan atap galvalum melengkung tidak sembarangan. Prosesnya pakai bahan pilihan dan bukan dengan roll manual yang membuat materialnya jadi tipis. Teknik pembuatannya dengan crimping atau dicubit satu per satu. Hasilnya, bentuk atap terlihat lebih rapi, kaku, kuat, dan tentunya estetik.

Ketika digunakan, atap galvalum model lengkung ini membuat bangunan jadi tampak elegan. Strukturnya juga kuat lantaran punya ketebalan yang ideal. Ini cocok sekali untuk berbagai jenis bangunan, termasuk hunian.

Selain itu, atap lengkung dengan menggunakan teknik crimping terbukti lebih minim risiko berisik saat hujan dibanding teknik roll manual.

Keunggulan Material Galvalum

Material galvalum dikenal tahan lama, apalagi jika dipakai di area yang sering hujan. Lapisan pelindungnya tidak mudah rusak dan bisa bertahan bertahun-tahun tanpa perlu diganti. Ini jadi alasan kuat kenapa atap galvalum lengkung makin diminati.

Selain tahan terhadap karat, galvalum juga kuat menahan panas. Kalau rumah sering terkena sinar matahari langsung, atap jenis ini bisa jadi solusi pas. Permukaannya memantulkan panas lebih baik daripada jenis logam lain.

Menariknya lagi, bobotnya ringan meskipun kuat. Galvalum lengkung punya ketebalan bervariasi, mulai dari 0,25mm sampai dengan 0,50 mm.

Nah, penggunaan pada bangunan beban berat, seperti halnya gudang atau pabrik, bisa menggunakan galvalum dengan ketebalan minimal 0,40 mm. Ini bertujuan agar strukturnya tetap kuat dan bangunan pun tampil sempurna.

Selain itu, pemasangan bisa lebih cepat dan mudah, tidak perlu penyangga terlalu banyak. Hal ini membantu menghemat biaya konstruksi secara keseluruhan.

Sebagai informasi, untuk harganya sendiri, Pratama Baja membagikan kisaran budget per meter dari galvalum lengkung. Mulai dari Rp95.000-Rp135.00, tergantung ketebalannya.

Proses Pemasangan itu Penting

Memasang atap galvalum lengkung memang butuh perhatian khusus. Tidak bisa sembarangan, karena bentuknya melengkung dan harus presisi. Biasanya, pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah terbiasa mengerjakan proyek sejenis.

Sebelum dipasang, lembaran galvalum dibentuk sesuai desain melengkung yang diinginkan. Proses ini biasanya menggunakan mesin roll forming. Hasilnya presisi dan tidak mudah rusak saat pemasangan.

Sebaiknya pilih kontraktor yang sudah berpengalaman dengan bentuk atap ini. Salah pilih tukang bisa menyebabkan kesalahan bentuk atau sambungan yang tidak rapat. Ini bisa menyebabkan kebocoran di musim hujan.

Inspirasi Penggunaan di Berbagai Jenis Bangunan

Atap galvalum lengkung tidak cuma cocok untuk rumah pribadi. Banyak bangunan umum yang mengadopsi bentuk ini karena tampilannya menarik dan beda. Misalnya di pusat perbelanjaan, stadion, atau tempat ibadah.

Di sekolah atau kampus, atap ini sering digunakan untuk area koridor atau aula. Bentuk lengkungnya membuat ruangan terasa lebih luas dan terang. Sinar matahari juga bisa masuk dengan lebih merata tanpa panas berlebih.

Untuk hunian, model ini cocok digunakan pada bagian garasi, teras, atau kanopi taman. Tampilan rumah bisa berubah total hanya dengan mengganti bagian atap menggunakan desain ini. Gaya rumah akan terlihat lebih elegan tapi tetap simpel.

Pemilihan Atap yang Tepat

Apabila ingin menggunakan atap galvalum lengkung, sebaiknya perhatikan ketebalan materialnya. Jangan hanya tergiur harga murah, karena material tipis mudah rusak. Pilih galvalum dengan ketebalan minimal 0,4 mm agar lebih tahan lama.

Perhatikan juga warna pelapisnya. Warna terang biasanya lebih tahan terhadap panas. Tapi warna gelap bisa memberi kesan elegan untuk tampilan luar bangunan. Sesuaikan saja dengan konsep keseluruhan rumah atau gedung.

Terakhir, pastikan sambungan antar lembar galvalum terpasang rapat. Sambungan yang longgar bisa membuat air masuk saat hujan. Kalau perlu, tambah pelapis anti bocor di bagian sambungan agar lebih aman.

Perbandingan Galvalum Lengkung vs Gelombang

Dalam perbandingannya, galvalum lengkung lebih estetis dan dapat menahan beban lebih besar. Kendati begitu, proses pemasangannya lebih sulit. Di sisi lain, galvalum gelombang punya harga murah dan mudah dalam proses pemasangan, tetapi kurang estetik seperti galvalum lengkung.

Baca Juga: Mengetahui Pemasangan Atap Galvalum dengan Peredam

Atap galvalum lengkung bukan cuma mempercantik bangunan, tapi juga memberi banyak keunggulan. Mulai dari bentuk menarik sampai daya tahan yang tinggi. Kalau mencari solusi atap yang beda dan tahan lama, model ini patut dicoba.