Model atap datar baja ringan memiliki kemiringan minimal, umumnya kurang dari 10°. Desain atap rumah baja ringan ini membuat air hujan tidak banyak menggenang di permukaan atap. Atapnya sering digunakan pada rumah bergaya minimalis dan modern karena ringan serta tahan karat.
Baca Juga: Atap Baja Ringan Limasan untuk Hunian Modern yang Kokoh dan Efisien

Mengenal Atap Datar Baja Ringan yang Sudah Populer Sejak Lama
Atap datar atau flat roof sudah populer sejak lama, terutama di negara subtropis dengan curah hujan rendah. Kemiringannya biasanya kurang dari atau sama dengan 10°.
Dalam penelitian jurnal berjudul “Identifikasi Faktor-Faktor Benefit yang Berpengaruh Pada Penggunaan Rangka Atap Baja Ringan di Wilayah DKI Jakarta” Universitas Indonesia Library, rangka atap ini mulai banyak dikenal untuk rumah dan digunakan sekitar 4-5 tahun terakhir, terhitung sejak tahun 2011 lalu.
Pada proyek perakitan dan pemasangan struktur atap baja ringan di daerah DKI Jakarta sangat perlu perhatian khusus. Tentu saja tentang pemilihan serta pemasangan alat yang tepat. Ini bertujuan supaya strukturnya kuat, stabil, dan juga tidak merusak lapisan anti karatnya.
Beberapa tahun terakhir, atap datar kembali populer. Tren rumah minimalis mendorong penerapannya semakin luas. Bentuknya yang nyaris horizontal memberi kesan modern. Struktur atap datar dapat dibuat dari beberapa material. Salah satu yang banyak digunakan adalah baja ringan. Material ini dinilai praktis dan efisien.
Flat roof baja ringan terbuat dari campuran baja, seng dan aluminium. Baja ringan dilapisi anti karat seperti zincalume atau galvalume. Lapisan ini membuatnya tahan panas, hujan dan lembap. Cocok digunakan di wilayah beriklim tropis.
Disebut ringan karena bobotnya lebih rendah dari kayu atau baja konvensional. Meski ringan, kekuatannya tetap andal. Struktur bangunan juga lebih aman terhadap guncangan.
Baja dasar yang digunakan umumnya baja karbon rendah berkekuatan tarik tinggi. Standar yang sering dipakai adalah baja G550 dengan ketebalan 0,7-1 mm. Komposisinya dirancang agar ringan namun kuat. Lapisan pelindungnya bisa berupa galvanis atau galvalum.
Galvanis menggunakan seng murni untuk menahan korosi. Galvalum lebih tahan lama karena mengandung aluminium, seng, dan silikon. Secara sederhana, material atap baja ringan terdiri dari inti dan pelindung. Intinya adalah baja canai dingin berkekuatan tinggi. Pelindungnya berupa lapisan anti karat seperti galvalum atau galvanis.
Keunggulan Material Baja Ringan untuk Atap Rumah Datar
Baja ringan berkualitas memiliki ketahanan yang lebih terjamin terhadap karat. Saat diaplikasikan sebagai rangka atap datar, daya tahannya tetap baik meski digunakan di daerah dengan curah hujan tinggi.
Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, kesalahan fatal pada atap datar ialah pengabaian sudut kemiringan minimal 2-3°. Ini dapat memicu genangan air (ponding). Maka dari itu, untuk menjaga keawetannya, kemiringannya dibuat sesuai kriteria struktur agar air tak lagi menggenang dan terhindar dari korosi.
Salah satu keunggulan utama baja ringan adalah tahan lama dan anti rayap. Lapisan zincalume membuatnya tidak mudah berkarat dan tidak diserang hama. Perawatannya pun relatif mudah karena tidak perlu pengecatan rutin atau cairan anti rayap.
Sebab tahan lama dan anti rayap, atap ini tentunya bisa menambah kenyamanan tersendiri di rumah. Tahan karatnya juga membantu penghuni untuk mengurangi penggantian atap secara berkala. Hal tersebut akhirnya bisa menghemat anggaran.
Keunggulan lain terletak pada proses pemasangan yang cepat. Ukurannya presisi sehingga rangka mudah dirakit sesuai desain. Sambungan menggunakan baut khusus membuat pekerjaan lebih rapi dan waktu pengerjaan proyek menjadi lebih singkat serta efisien.
Spesifikasi Teknis dan Standar Keamanan Instalasi
Untuk menjamin kekuatan struktur dan ketahanan jangka panjang, pemasangan atap datar wajib menggunakan material baja ringan dengan grade High Tensile G550 yang telah memenuhi standar SNI 8399:2017. Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, aspek yang paling krusial pada model atap datar bukanlah estetika, melainkan sistem drainase.
Meskipun disebut “datar”, secara teknis konstruksi tetap harus memiliki sudut kemiringan minimal 2° hingga 3° (sekitar 3,5 cm penurunan per 1 meter panjang bentangan).
Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya ponding atau genangan air yang dapat memicu korosi dini pada lapisan coating baja ringan.
Penggunaan baut jenis Self Drilling Screw (SDS) yang dilengkapi karet seal berkualitas tinggi direkomendasikan. Mengapa? Tentu untuk memastikan setiap titik sambungan tetap kedap air meski terpapar cuaca ekstrem.
Selain itu, untuk mencegah kebocoran atap tentunya suatu hal yang perlu dilakukan. Mudah saja, hanya perlu menggunakan pelapis anti bocor di area luas. Bisa juga dengan perbaiki sambungan/sekrup, lalu pastikan kalau talang air bersih supaya air tetap mengalir dengan lancar.
Contoh Pemasangan
Contoh instalasi atap datar baja ringan dapat dilihat pada akun Youtube @Skill_Art_ yang menampilkan spesifikasi praktis pemasangan atap baja ringan untuk renovasi masjid. Digunakan kombinasi ketebalan 0,75–1,00 mm. Jarak kuda-kuda sekitar 90 cm dengan rafter 90 cm. Reng yang dipakai berukuran 0,40–0,45 mm. Jarak reng sekitar 26 cm untuk genteng tanah bekas. Web setinggi 13 cm digunakan untuk menambah kekakuan rangka.
Berdasarkan pengalaman yang kami coba, kuda-kuda dan rafter memakai double sepatu briket. Penguatannya dilakukan dengan dynabolt, bracing web sudut 45° atau 30°, serta ikatan angin TC di empat sisi. Adanya kombinasi material baru dan bekas ini dapat membantu menekan biaya sekaligus meningkatkan kekuatan struktur.
Atap Baja Ringan Flat vs Model Pelana, Mana yang Lebih Cocok untuk Rumah Minimalis?
Dalam menentukan desain hunian minimalis, pilihan antara atap datar dan model pelana seringkali menjadi pertimbangan utama. Keduanya memiliki karakter unik sehingga dapat disesuaikan dengan prioritas sebagai pemilik rumah.
Kendati begitu, memilih antara atap datar atau pelana bukanlah soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling menjawab kebutuhan proyek.
Jika mengutamakan estetika modern dan tampilan hunian yang eksklusif, atap datar baja ringan adalah solusi terbaik.
Kuncinya adalah memastikan pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli dengan standar SNI 8399:2017, menggunakan material Grade G550, serta menjaga kemiringan teknis minimal 2°–3° untuk menghindari korosi akibat genangan air.
Baca Juga: Atap Pelana Baja Ringan Cocok untuk Hunian di Daerah Tropis
Hunian bisa tampil berbeda dengan penggunaan atap datar baja ringan. Namun, pemilihan desain tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bangunan. Perencanaan yang tepat akan membantu atap berfungsi optimal.

Saya seorang praktisi bangunan sekaligus konsultan atap rumah dengan fokus pada spesialisasi material baja ringan, galvalum hingga uPVC berkualitas. Dengan pengalaman tak kurang dari 9 tahun di industri ini, saya siap membagikan infomasi seputar jenis atap rumah, panduan pemilihan desain dan materialnya sesuai kebutuhan.



