Mengetahui Pemasangan Atap Galvalum dengan Peredam

Posted on

Galvalum merupakan atap metal yang tidak menyebabkan ruangan terasa panas. Sayangnya, saat turun hujan atap galvalum sering kali menimbulkan suara sangat berisik. Dalam hal ini, penghuni bisa mencari alternatif konstruksi tambahan melalui material atap galvalum dengan peredam.

Baca Juga: Rangka Atap Lengkung Baja Ringan Solusi Bangunan Makin Artistik

Mengetahui Pemasangan Atap Galvalum dengan Peredam
Atap galvalum dengan peredam untuk hunian. Foto: Istimewa

Memasang Atap Galvalum dengan Peredam, Berikut Jenis-jenisnya

Pada dasarnya, meredam suara atap dengan galvalum merupakan proses yang cukup menantang. Sebab, tidak semua bahan peredam dapat digunakan pada jenis atap ini. Oleh karena itu, penting untuk mengenal jenis peredam atap galvalum, sebagai berikut.

  • Glasswool

Bahan glasswool atau fiber glasswool merupakan jenis material mirip seperti rockwool. Material ini terbuat dari serat kaca. Beberapa kaca dihaluskan kemudian diolah menjadi benang. Serat-serat tersebut kemudian dikumpulkan dan dicetak hingga berbentuk mirip seperti kasur.

Umumnya, glasswool dijual dalam bentuk gulungan. Bahan ini memiliki warna kuning yang lebih cerah dibandingkan rockwool dengan warna cenderung cokelat maupun kuning kusam.

Glasswool sendiri memiliki tingkat kepadatan dan ketebalan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, konsumen bisa memilih dua jenis glasswool, yakni dengan aluminium foil maupun tanpa aluminium foil.

  • Fiber Cloth

Atap galvalum dengan peredam cloth berbahan dasar dari kain polypropylene yang halus. Bahan ini berbentuk seperti selimut yang cocok dipasang pada atap galvalum.

Ketebalan bahannya sendiri mulai dari 3mm. Meskipun tidak terlalu tebal, bahan fiber cloth memiliki kepadatan yang cukup tinggi, mulai dari 100 hingga 150 kg/m3.

Menariknya, fiber cloth aman dari kemungkinan kebakaran. Sebab, bahan peredam ini tidak menyerap uap air yang dijual dalam bentuk roll atau gulungan, tidak bisa dibeli per meter.

  • Aluminium Foil

Aluminium foil dapat menambah ketebalan lapisan peredam, sehingga membantu mengurangi kebisingan akibat air hujan. Konsumen bisa membeli bahan aluminium foil berbentuk bubble dengan permukaan yang lunak dan tidak rata. Jenis produk ini mampu meredam getaran dari galvalum, sehingga kebisingan yang timbul tidak terlalu tinggi.

Di samping itu, aluminium foil juga dapat menjadi penutup glasswool pada lapisan peredam dinding. Hal ini menjadikan visual langit-langit di rumah lebih rapi dan enak untuk dipandang.

Melansir dari kanal YouTube Epin Pino, aluminium foil bubble untuk meredam panas bisa dipasang di atas atau di bawah reng. Akan tetapi, jika untuk meredam suara harus dipasang tepat menempel pada atap, tanpa adanya celah udara. Saat dibuktikan, atap dengan bahan peredam aluminium foil bubble mampu meredam suara hujan dengan baik. Sementara pada atap tanpa peredam ini, suara hujan terdengar jauh lebih berisik.

Pasang Peredam Suara pada Atap Galvalum

Sebenarnya, proses pemasangan bahan peredam untuk atap galvalum bisa dilakukan dengan sederhana. Hanya saja, dibutuhkan ketelitian agar proses pemasangan bisa berlangsung sempurna.

Berikut beberapa tahapan dalam memasang atap galvalum dengan peredam.

1. Memasang Kawat

Sebelum memasang galvalum, tambahkan kawat pada rangka atap bagian dasar. Kawat ini bisa dipasang hingga membentuk jaring-jaring maupun tidak. Jika dipasang dengan bentuk jaring-jaring, maka pasang berlawanan dengan rangka atap.

2. Metode Pemasangan dengan Glasswool Aluminium Foil

Bahan peredam bisa langsung dipasang jika menggunakan fiber glasswool denganĀ  aluminium foil. Pertama, potong glasswool sesuai ukuran yang diinginkan. Lalu, pasang berlawanan dengan arah rangka atau searah dengan kawat. Jika sudah, pasang roof razor pada glasswool. Pemasangan dilakukan searah dan sejajar dengan rangka di bawah fiber glass wool. Jangan lupa untuk mengeratkan pemasangan menggunakan sekrup dan alat bor.

3. Metode Pemasangan Glasswool Tanpa Aluminium Foil

Metode pemasangan atap galvalum dengan peredam glasswool tanpa aluminium foil mirip seperti langkah sebelumnya. Ikuti langkah tersebut dengan cermat. Jika kawat sudah terpasang, aplikasikan aluminium terlebih dahulu. Baru setelah itu, tambahkan glasswool dan roof razor.

4. Memasang Galvalum

Jika seluruh bahan peredam suara sudah terpasang sempurna, penghuni tinggal memasang atap galvalum. Pasang jenis atap ini langsung di atas roof razor. Kemudian, pasang sekrup. Nantinya, sekrup ini akan tertanam pada roof razor yang sudah dipasang.

Bagaimana Memasang Peredam, Sementara Galvalum Sudah Terpasang?

Jika atap galvalum sudah terpasang, maka mau tidak mau penghuni harus membongkar atap tersebut. Lepaskan seluruh atap galvalum yang sudah dipasang. Kemudian, lakukan metode pemasangan dari point 1-4 seperti di atas.

Sebagai catatan, atap galvalum yang dilepas akan menyisakan lubang sekrup yang cukup terlihat. Oleh sebab itu, sesuaikan antara jumlah razor roof yang dipasang dengan jumlah lubang sekrup pada galvalum. Hal ini dilakukan agar seluruh sekrup bisa terpasang kembali ke posisi semula.

Namun, bagaimanakah jika jumlah lubang sekrup dan razor roof tidak sesuai? Jika sekrup dipasang dengan membuat lubang baru, maka lubang lama dapat menimbulkan masalah besar. Dalam hal ini, lubang dapat menimbulkan kebocoran sehingga air hujan bisa saja mengenai bahan peredam glasswool.

Atap Galvalum Menggunakan Peredam vs Tanpa Peredam

Atap galvalum yang dilengkapi peredam menawarkan manfaat dalam mengurangi suara dan panas. Lebih dari itu mampu meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup di dalam gedung. Namun, atap ini lebih pricey dan pemasangannya memerlukan lebih banyak usaha.

Sementara itu, atap galvalum tanpa peredam cenderung lebih ekonomis dan gampang untuk dipasang. Kendati begitu, tidak memberikan keuntungan dalam hal mengurangi suara dan panas.

Baca Juga: Atap Galvalum Lengkung, Pilihan Menarik Banyak Hunian

Beberapa jenis atap galvalum dengan peredam di atas bisa diterapkan untuk membuat hunian semakin nyaman, terhindar dari suara berisik air hujan. Perhatikan setiap metode pemasangan tersebut, agar peredam bisa berfungsi secara optimal.