Atap galvalum pasir menjadi pilihan populer karena tahan lama dan kuat. Material ini lebih awet dari atap seng biasa. Selain fungsional, tampilan atap galvalum ini juga lebih modern dan estetik.
Baca Juga: Atap Galvalum Trimdek Jadikan Bangunan Lebih Rapi dan Modern

Mengenal Atap Galvalum Pasir
Atap rumah galvalum pasir terbuat dari baja ringan (galvalum), yaitu logam campuran aluminium, zinc serta silikon yang kemudian dilapisi butiran pasir halus di permukaan.
Lapisan pasir berfungsi meredam suara, sehingga cocok untuk menambah keindahan bangunan. Material campuran ini bahkan bisa membuat atap tahan karat, korosi, rayap dan cuaca ekstrem.
Atap tersedia dalam berbagai warna dan bentuk gelombang sehingga mudah disesuaikan dengan desain rumah atau bangunan. Lapisan pasir juga mengurangi kebisingan saat hujan.
Selain itu, fungsi lapisan pasirnya menjadi penghambat radiasi matahari. Akan tetapi, sebab material dasarnya dari logam, jadi suhu tetap naik apabila tak ada bantuan sirkulasi udara di bagian bawah atapnya.
Meski begitu, kombinasi kekuatan, tampilan menarik, dan fitur peredaman menjadikannya ideal untuk hunian modern maupun bangunan komersial.
Dalam pemasangannya, atap rumah galvalum pasir relatif mudah dan cepat karena ringan dari genteng tanah liat atau beton. Material ini efisien, praktis dan banyak direkomendasikan untuk berbagai konsep arsitektur.
Kelebihan Atap
Akun YouTube @MASSBEN membuktikan keunggulan atap galvalum pasir. Lapisan pasir mampu meredam suara hujan hingga 70% lebih senyap dari galvalum biasa, sementara tes hujan deras menunjukkan spandek polos bergemuruh ekstrem. Ditambah plafon PVC, suara hujan nyaris senyap total, ideal untuk atap utama, sedangkan spandek biasa cukup untuk garasi atau kanopi.
Atap ini tersedia dalam berbagai warna dan model, cocok untuk rumah minimalis, modern tropis, maupun bangunan komersial. Keunggulan lainnya termasuk stabilitas lapisan pasir yang tidak mudah mengelupas, tahan lama terhadap cuaca ekstrem, dan permukaan yang lebih estetis serta modern.
Karena kelebihan tersebut, menurut distributor dutamerpati, galvalum pasir menjadi pilihan ekonomis untuk bahan bangunan. Tentu karena harganya relatif terjangkau dari genteng keramik atau beton. Galvalum pasir cocok untuk konstruksi yang hemat biaya namun tetap awet.
Kekurangan Atap
Tak hanya kelebihan, namun atap jenis ini punya kekurangan yang bisa dipahami. Berdasarkan pengamatan di lapangan, batuan pasir bisa rontok jika kualitas lemnya buruk. Bobotnya sedikit lebih berat daripada galvalum polos. Bahkan ketika dipasang, atapnya mudah panas.
Kemudian, atap galvalum lebih panas dibandingkan genteng tanah liat. Namun lebih adem daripada jenis galvalum polos.
Dalam hal ini, atap tetap butuh perawatan rutin guna menjaga fungsi dan keindahannya. Merawatnya juga bisa menghindari rontoknya pasir atau warna atap.
Ukuran Atap
Atap galvalum pasir tersedia dalam berbagai ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan proyek. Panjangnya berkisar antara 3-6 meter, dengan lebar standar sekitar 1 meter dan bisa dipesan hingga maksimal 20 meter untuk kebutuhan khusus.
Kisaran Harga
Atap galvalum pasir menawarkan durabilitas tinggi dan bobot ringan sehingga instalasinya lebih mudah. Material ini tersedia dalam berbagai ketebalan dan panjang yang memengaruhi harga per meternya. Semakin tebal lembaran, daya tahan meningkat dan harganya lebih tinggi.
Kisaran harga galvalum pasir per meter adalah sebagai berikut. Tebal 0,30 mm sekitar Rp50.000–70.000, 0,35 mm Rp65.000–85.000, 0,40 mm Rp80.000–110.000, 0,45 mm Rp95.000–130.000 dan 0,50 mm Rp110.000–155.000. Harga bisa berbeda tergantung lokasi, panjang lembaran, warna, dan biaya distribusi.
Perbandingan Harga Atap Rumah Galvalum Biasa vs Galvalum Pasir
Atap galvalum pasir harganya 20–40% lebih tinggi dari galvalum biasa karena lapisan pasir menambah isolasi panas dan suara.
Galvalum biasa tebal 0,25–0,30 mm harganya sekitar Rp62.000–114.000 per lembar, ringan dan ekonomis untuk rumah sederhana. Material ini cocok untuk proyek dengan anggaran terbatas.
Galvalum pasir tebal 0,30 mm berkisar Rp50.000–70.000 per meter, sedangkan tebal 0,35–0,40 mm sekitar Rp65.000–110.000 per meter. Keunggulannya termasuk tahan korosi lebih baik, meredam suara hujan, dan permukaan lebih estetis.
Meski begitu, harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai lokasi dan juga fluktuasi harga baja global. Investasi awalnya memang tinggi, namun jika memilih galvalum pasir sebagai atap akan memberikan kenyamanan jangka panjang. Lebih dari itu, nilai estetika bangunan juga meningkat.
Memilih Atap Rumah Galvalum Pasir Berkualitas
Tips memilih atap galvalum pasir yang berkualitas meliputi beberapa hal penting. Pertama, perhatikan ketebalan material, idealnya 0,25–0,40 mm, agar kuat, tidak mudah penyok dan tahan cuaca ekstrem. Kemudian, cek kualitas lapisan pasir. Pastikan menempel kuat dan tidak mudah terkelupas untuk perlindungan panas dan suara maksimal.
Berikutnya, pilih produk berstandar SNI 4096:2007 dengan lapisan anti karat agar atap tidak cepat rusak akibat hujan atau kelembapan. Pastikan juga warna memiliki lapisan tahan UV sehingga tetap cerah meski terpapar sinar matahari terus-menerus. Tak lupa, pilih merek terpercaya dengan reputasi baik untuk menjamin kualitas dan daya tahan.
Terakhir, sesuaikan galvalum pasir dengan kebutuhan bangunan, mulai dari desain gelombang, ketebalan, hingga ukuran. Hal ini memudahkan pemasangan sekaligus memastikan perlindungan optimal bagi atap.
Berdasarkan pengalaman memasang atap di daerah pesisir, galvalum pasir merek BlueScope Zacs lebih tahan terhadap korosi air laut dibandingkan merek lainnya karena lapisan coating-nya lebih tebal.
Baca Juga: Untung Rugi Penggunaan Atap Spandek Galvalume dalam Konstruksi
Atap galvalum pasir menawarkan banyak keunggulan termasuk fleksibilitas yang tinggi. Material ini cocok untuk rumah tinggal sekaligus berbagai bangunan lain seperti ruko, toko, gudang, pabrik, bangunan komersial dan tempat ibadah. Galvalum pasir mampu perlindungan maksimal terhadap cuaca, pengurangan panas dalam ruangan, serta tampilan estetik dan profesional.

Saya seorang praktisi bangunan sekaligus konsultan atap rumah dengan fokus pada spesialisasi material baja ringan, galvalum hingga uPVC berkualitas. Dengan pengalaman tak kurang dari 9 tahun di industri ini, saya siap membagikan infomasi seputar jenis atap rumah, panduan pemilihan desain dan materialnya sesuai kebutuhan.



