Atap Pelana Baja Ringan Cocok untuk Hunian di Daerah Tropis

Posted on

Atap pelana baja ringan menjadi salah satu pilihan populer dalam konstruksi rumah karena fungsional dan ekonomis. Model atap ini berperan sebagai pelindung utama bangunan dan tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan desain rumah. Hal tersebut mampu menghasilkan tampilan akhir yang rapi tanpa mengurangi fungsi hunian.

Baca Juga: Rangka Atap Lengkung Baja Ringan Solusi Bangunan Makin Artistik

Pilihan warnanya juga beragam. Mulai dari warna netral fleksibel untuk berbagai konsep arsitektur, hingga warna cerah yang cocok untuk rumah bergaya modern dan mewah. Kelebihan lain dari atap model pelana dari baja ringan adalah kemudahan akses dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan jenis atap lainnya.

Atap Pelana Baja Ringan Cocok untuk Hunian di Daerah Tropis
Atap pelana baja ringan menawarkan fleksibilitas desain. Foto: Istimewa

Mengenal Atap Pelana Baja Ringan

Atap pelana dari baja ringan adalah jenis atap yang memadukan struktur sederhana dengan material modern. Desainnya menyerupai pelana kuda, yakni dua bidang miring yang bertemu di puncak atap dan menggunakan material baja ringan yang dilapisi aluminium serta seng.

Kombinasi ini memberikan kekuatan struktural, ketahanan terhadap korosi, serta bobot yang ringan, sehingga efisien untuk konstruksi.

Tidak hanya cocok untuk rumah tinggal, atap pelana ini juga banyak diterapkan pada bangunan gudang dan properti komersial karena proses pemasangannya yang cepat dan praktis. Cukup dua hingga tiga orang pekerja untuk melakukan instalasi secara efisien.

Desain atap pelana memberikan ruang kosong di bawah atap (void/attic) yang memperlancar sirkulasi udara. Udara panas dari dalam rumah naik ke atas dan keluar melalui ventilasi atap, membuat rumah terasa lebih sejuk dan nyaman, sangat cocok untuk iklim tropis.

Berdasarkan video dari akun Instagram wungu_bajaringan, atap pelana baja ringan juga memiliki nilai estetika tinggi. Hasil akhirnya tampak rapi dan menarik saat dilihat dari bawah. Adanya rongga-rongga struktur mampu memberikan kesan bersih serta modern. Jenis atap ini cocok untuk yang menginginkan hunian atau bangunan fungsional dengan sentuhan desain kekinian.

Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Pelana

Memahami kebutuhan material sangat penting sebelum membangun atau merenovasi atap. Berikut contoh cara perhitungannya pada rumah tipe 36 (6×6 meter). Perhitungan ini dengan panjang dan lebar overstek masing-masing 1 meter serta kemiringan atap 30 derajat.

  • Panjang bangunan: 6 + (2 x 1) = 8 meter
  • Lebar bangunan: 6 + (2 x 1) = 8 meter
  • Volume atap: (8 x 8) / cos 30° = 64 / 0,866 = 73,9 (dibulatkan menjadi 74 m2)
  • Kebutuhan kaso: (volume atap x 4) / panjang standar batang (6 m) = (74 x 4) / 6 = 49 batang
  • Kebutuhan reng: jumlah kaso x 1,2 = 49 x 1,2 = 59 batang baja ringan.

Jumlah kebutuhan rangka bisa berbeda tergantung ukuran rumah, sudut kemiringan, serta desain tambahan seperti teras. Selain itu, perhitungan di atas merupakan estimasi awal. Sebaiknya konsultasikan langsung dengan aplikator profesional supaya hasilnya tetap presisi.

Biaya untuk Instalasi Lebih Murah

Atap pelana dari baja ringan memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya pilihan unggulan bagi banyak orang yang ingin membangun rumah, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Salah satu keunggulan utamanya adalah biaya yang terjangkau. Hal ini disebabkan oleh penggunaan material yang lebih sedikit dibandingkan model atap lain, seperti atap lengkung, limas, serta penggunaan rangka baja ringan yang lebih ekonomis daripada rangka kayu.

Selain itu, atap pelana memiliki desain kemiringan yang efektif dalam mengalirkan air hujan. Maka, risiko bocor dapat diminimalkan. Ini membuat penghuni rumah merasa lebih aman dan nyaman saat musim hujan tiba.

Dari sisi estetika dan fungsi, atap pelana baja ringan juga menawarkan fleksibilitas desain yang tinggi. Model ini dapat disesuaikan dengan gaya arsitektur rumah, mulai dari modern hingga minimalis, tanpa mengurangi nilai keindahan visual bangunan.

Perawatan Mudah

Perawatan atap pelana pun tergolong mudah. Jika terjadi kerusakan, proses perbaikan bisa dilakukan dengan cepat dan tidak membutuhkan biaya besar. Bentuknya yang sederhana juga memudahkan pemilik rumah untuk melakukan pengecekan secara rutin.

Kelebihan lainnya adalah kemampuannya dalam memaksimalkan pencahayaan alami. Jika menambahkan skylight atau jendela di bagian atas, cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah dan mengurangi ketergantungan terhadap lampu di siang hari.

Tak hanya itu, kestabilan struktur atap pelana yang menggunakan baja ringan membuatnya mampu menahan beban dan kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras.

Konstruksi ini pun mendukung sirkulasi udara yang baik. Udara panas di dalam ruangan akan naik ke atas dan keluar melalui ventilasi di puncak atap, membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan tidak pengap.

Akan tetapi, ada kendala yang ditemui ketika perawatan tidak tepat. Sambungan pada nok puncaknya dapat memicu kebocoran apabila dipasang tidak presisi.

Atap Pelana vs Atap Limas

Menggunakan atap pelana minimalis ini akan membuat ruangan dalam rumah terlihat lebih lega. Hal ini lantaran plafon yang digunakan mengikuti bentuk atap. Bisa juga menambah kaca di bagian atasnya guna memaksimalkan cahaya dan desainnya pun menjadi estetik.

Sementara itu, jika menggunakan atap limas, ruangan akan terasa adem karena punya batas antara genteng dengan plafon. Penghuni rumah juga bisa menambahkan hiasan lampu strip led di plafon. Atap jenis limas juga bisa menahan beban air hujan.

Secara menyeluruh, keduanya sama-sama unggul. Ini kembali lagi pada preferensi kebutuhan dan keinginan masing-masing.

Baca Juga: Atap Galvalum Lengkung, Pilihan Menarik Banyak Hunian

Adanya berbagai kelebihan tersebut, atap pelana baja ringan tidak hanya fungsional. Namun juga memberikan nilai estetika dan kenyamanan tinggi bagi penggunanya. Tak heran jenis atap ini sangat direkomendasikan untuk hunian baik di desa maupun kota.